MENGUNGKAP PELAJARAN NYATA STUDI KASUS OUTSOURCING

Haiii good readers!

Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak temen-temen untuk membahas materi Hubungan Industrial terkait "Mengungkap Pelajaran Nyata Studi Kasus Outsourcing"

Yuk langsung aja kita masuk ke pembahasannya!

detik.com

Outsourcing  merupakan suatu perubahan  pokok  yang  dilakukan oleh perusahaan dalam rangka untuk memperlancar proses bisnis agar lebih efisien, fleksibel dan mendukung daya saing perusahaan.  Pengalihdayaan  dimulai dari skala kecil,  yaitu ketika perusahaan-perusahaan mengontrak perusahaan lain untuk   berbagai   jasa,   seperti   pemeliharaan, pembersihan,  dan  pengiriman.  Berbagai  layanan  umum  yang  dialihdayakan  dewasa  ini termasuk pemeliharaan gedung, jasa boga, keamanan dan jasa relokasi.

Didalam  iklim globalisasi  saat  ini dimana persaingan  usaha semakin  ketat, selain perusahaan dituntut untuk melakukan tindakan efisiensi terhadap berbagai biaya produksi (cost of production), perusahaan   juga   berusaha   untuk   melakukan   perbaikan kinerja pegawainya. Maka  dengan adanya sistim  outsourcing ini perusahaan  akan  sangat  terbantu sekali  dalam  hal  efisiensi  karena selain perusahaan  dapat  menghemat  pengeluaran  dalam membiayai  sumber  daya  manusia  (SDM)  yang  bekerja  di  perusahaan yang bersangkutan perusahaan  juga  dapat  melakukan  peningkatan  kinerja  sumberdaya  manusianya  sehingga produktivitas  kerja  juga  akan  meningkat. Nantinya  didalam  menjalankan  usahanya, di perusahaan tersebut akan timbul dua istilah  status  baruyang  membedakan  sumber  daya manusia yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan yaitu karyawan  tetap  dan karyawan outsourcing. Istilah baru  ini  dapat  diartikan  bahwa  karyawan  tetap  merupakan karyawan yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam  jumlah  tertentu  secara teratur. Sedangkan karyawan outsourcing merupakan karyawan yang bekerja berdasarkan kontrak kerja dan  bekerja di  perusahaan pengguna  outsourcing yang masa kerjanya dibatasi oleh perjanjian kontrak yang sudah disepakati.

Studi kasus yang saya bahas kali ini mengangkat tema tentang "Analisis Dampak Penerapan Outsourcing Terhadap Kinerja Karyawan Tetap yang Berimplikasi Terhadap Peningkatan Kerja Organisasi (Studi Kasus di Taman Lalu Lintas Bandung)"

Taman Lalu Lintas Bandung adalah salah satu perusahaan jasa pariwisata, dimana dalam semua perusahaan  jasa  yang  harus diperhatikan  adalah  kepuasan  konsumennya. Sebagai   perusahaan   jasa pariwisata,  Taman  Lalu  Lintas  berusaha  untuk  selalu  memberikan  kepuasan  kepada  para pengunjungnya. Karyawan yang ada di lingkungan Taman Lalu Lintas ini selain merupakan karyawan  tetap  tapi  ada  juga  yang  statusnya  sebagai  karyawan  outsourcing. Blog kali ini akan membahas keberadaan karyawan outsourcing di Taman Lalu Lintas Bandung, apakah memberikan dampak yang positip terhadap peningkatan kinerja karyawan tetap atau tidak?

A. Tentang Taman Lalu Lintas Bandung

Taman  Lalu  Lintas Ade Irma Suryani  Nasution Bandung  atau  lebih  dikenal  dengan Taman Lalu Lintas, merupakan salah satu ruang terbuka yang ada di kota Bandung yang salah satu  fungsinya  adalah  sebagai tempat  belajar kelalulintasan  bagi  anak-anak usia dini agar mereka  dapat  berlatih  sopan  santun  berlalu-lintas  dan  bersikap sebagai  seorang  pengguna jalan  yang  taat  akan  peraturan  lalu lintas. Anak-anak akan senang belajar kelalulintasan di taman ini karena metode yang digunakan oleh Taman Lalu Lintas adalah bermain  sambil belajar. Di taman ini tersedia permainan yang dapat membantu anak mempelajari etika dan peraturan lalu lintas. Selain itu juga, terdapat pula berbagai wahana permainan dan rekreasi buat anak-anak yang menyatu dengan alam.

Seluruh pengunjung Taman Lalu Lintas Bandung biasanya didominasi oleh anak-anak dibawah usia 13 tahun kebawah dan para orangtua yang mengantar anaknya. Hal ini dikarenakan sarana bermain yang ada di taman ini sebagian besar diperuntukkan bagi anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Oleh karena itu, setiap anak yang berkunjung dan bermain di taman ini perlu pendampingan dari orang tuanya. Kebanyakan anak-anak yang berkunjung didampingi oleh orang tua mereka. Hal ini sesuai dengan hasil kuisioner pra penelitian, yang dibagikan kepada 46 orang pendamping  anak-anak,  yang  menunjukkan  41% responden bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Selain itu, mayoritas responden mengunjungi Taman Lalu Lintas Bandung  dengan  tujuan  untuk  bermain/berekreasi  dengan  persentase  53%.  Hal  ini menunjukkan  bahwa  fungsi  taman  lalu  lintas  sebagai  taman  bermain/berekreasi  lebih menonjol dibandingkan dengan dua fungsi lainnya, yaitu fungsi Taman Lalu Lintas sebagai taman pendidikan kelalulintasan dan taman lingkungan hidup.

Karena  fungsi  rekreasinya  lebih  menonjol  dibandingkan  fungsi  yang  lainnya,  maka pihak  Taman Lalu Lintas harus selalu berusaha memelihara kenyamanan, kebersihan, keasrian, keindahan, dan keamanan bagi para pengunjungnya. Semua itu akan bisa terwujud apabila semua karyawannya dapat bertanggung jawab dan mempunyai disiplin kerja dengan baik.

B. Masalah yang Dihadapi

Karyawan yang  terlibat dalam  pengelolaan  Taman Lalu  Lintas  Bandung ini berjumlah  49 orang, terdiri  dari 35  orang laki-laki dan 1orang perempuan.  Ke 49 orang karyawan tersebut bekerja di bagian yang berbeda yaitu 9 orang sebagai karyawan staf kantor, orang karyawan bekerja di bidang pendidikan, 25 orang karyawan lapang, 1 orang sebagai keamanan, dan orang lagi sebagai tenaga bantuan. Waktu kerja karyawan tersebut terbagi ke  dalam dua shift, pada pukul 07.00 14.00  untuk karyawan lapang  dan sementara pada pukul 08.00 15.00 untuk  karyawan lainnya. Setiap  harinya  sebelum taman dibuka untuk umum pada pukul 08.00, seluruh karyawan lapang terlebih   dahulu melakukan kegiatan membersihkan area taman sesuai dengan lokasinya masing-masing sampai  dengan  pukul 08.00.  

Setelah kegiatan pembersihan taman  tersebut, para karyawan tersebut selanjutnya bertugas  di  sarana  permainan  untuk mengoperasikan seluruh wahana permainan yang ada di Taman Lalu  Lintas. Tugas mereka di wahana  permainan  tersebut selain  mengoperasikan wahana  mainan  mereka  juga  bertugas  sebagai  teknisi  apabila  wahana  permainan  tersebut mengalami  kendala.  Sementara  untuk  karyawan bantuan sistim  kerjanya diatur  sesuai kebutuhan. Tugas mereka adalah sebagai penjual karcis dan portir.

Dari hasil daily report yang sudah dilakukan ternyata kinerja karyawan masih terlihat belum optimal,   hal ini didasarkan pada:

  • hasil evaluasi mengenai tingkat kedisiplinan karyawan.
  • tingkat kebersihan area.
  • tingkat kenyamanan yang diterima oleh penunjung. 

Dimana  berdasarkan  hasil  rekapitulasi  dari  bagian  HRD  bahwa  masih  banyak  karyawan lapangan  yang  datang  di  atas  pukul  07.00  wib,  hal  ini  sangat  mengganggu  pada  saat operasional Taman Lalu Lintas mulai dibuka yaitu pada pukul 08.00 wib karena pada saat para pengunjung   sudah   mulai   memasuki   area,   para   petugas   lapangan   masih   melakukan pembersihan area. 

Dari sisi kebersihan sarana prasarana pun belum begitu maksimal, karena hampir  semua  karyawan  lapangan  yang  ada  memiliki  dua  jenis  pekerjaan  atau  tanggung jawab  yaitu  selain  mereka  harus  membersihan  areanya  masing-masing,  mereka  juga  diberi tanggung  jawab  mengurus  dan  menjalankan  wahana  permainan,  hal  ini  berdampak  pada pelayanan   yang   kurang   baik   terhadap   pengunjung   yang   datang,   karena   disaat   para pengunjung  sudah  mulai  memasuki  lokasi  Taman  Lalu  Lintas,  semua  sarana  permainan belum  siap  dioperasionalkan  karena  para petugas wahana  permainannya belum beres membersihan areanya masing-masing.Tingkat kenyamananpun dirasakan oleh pengunjung sangat kurang, hal ini terlihat dari hasil cuitan para pengunjung di beberapa media social yang mengungkapkan rasa ketidakpuasannya saat mengunjungi Taman Lalu Lintas.

C. Upaya yang Dilakukan Pihak Manajemen Taman Lalu Lintas Bandung

Menindaklanjuti hasievaluasi tersebut maka pada tahun 2018 pihak  manajemen Taman Lalu Lintas  melakukan  kebijakan  baru yaitu bekerjasama dengan  pihak  outsourcing dari luar organisasi untuk menghandle beberapa pekerjaan yang membutuhkan penanganan khusus terutama di bagian lapangan. Dengan adanya kebijakan ini dampak yang ditimbulkan terjadi   sangat   signifikan,   kinerja   karyawan tetap   bagian lapangan   meningkat   tajam. Kedisiplinan,  ketaatan,  dan  tanggung  jawab  mulai  diperlihatkan  oleh  mereka. Motivasi mereka  terpicu  dengan  adanya  para  karyawan  outsourcing  yang  secara  SOP  mereka  lebih disiplin  dan  bertanggung  jawab  dibandingkan  dengan  karyawan  tetap  Taman  Lalu  Lintas. 

Hal ini sangat berpengaruh secara signifikan terhadap pandangan pengunjung yang datang, mereka  berpendapat  positif  tentang  kondisi  Taman  Lalu  Lintas  sekarang.  Ini  menandakan bahwa dengan adanya pihak oursourcing di Taman Lalu Lintas menimbulkan implikasi yang baik  terhadap  kinerja  karyawan  tetap  lapangan  Taman  Lalu  Lintas,  mereka akan lebih termotivasi untuk melakukan pekerjaannya dengan lebih baik lagi, sehingga pengunjung juga merasa lebih nyaman saat berada di area Taman Lalu Lintas.

hukumonline.com

Dengan adanya karyawan outsourcing, banyak pekerjaan yang tadinya dikerjakan oleh karyawan lapangan diambil alih oleh karyawan outsourcing sehingga berdampak pada:

  • Berkurangnya beban kerja dari karyawan lapangan sehingga mereka dapat mengoptimalkan pelayanan dalam pengoperasionalan  wahana  bermain.
  • Berdampak pada kepuasan pengunjung karena seluruh wahana permainan dapat mulai beroperasi lebih awal dibandingkan sebelum adanya karyawan outsourcing.
  • Keberadaan karyawan outsourcing  sangat  terasa  dampaknya  terhadap  peningkatan  kinerja karyawan tetap bagian lapangan, hal ini dibuktikan dengan semakin baiknya tingkat absensi.
  • Ppelayanan yang lebih tepat waktu dan lebih terawatnya wahana permainan. 
  • Tingkat kepuasan pengunjung semakin meningkat hal ini dibuktikan dengan banyaknya pujian dan pemberian bintang  oleh  pengunjung pada media sosial seperti twitter dan website Taman Lalu Lintas
  • Selain  itu  juga  terlihat peningkatan  jumlah  pengunjung  yang datang ke Taman Lalu Lintas.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat yaa.. see you on the next blog!


Penulis:
Yustina Sherly Paramesti
223500010002
Mata Kuliah Hubungan Industrial
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengampu:
Serepina Tiur Maida, S.Sos.,M.Pd., M.I.Kom, C.AC.,C.PS.,C.STMI

Link Referensi:
https://journal-stiehidayatullah.ac.id/index.php/tadbir/article/view/504

Daftar Pustaka:
Achmad, A. Z. (2024). Analisis Dampak Penerapan Outsourcing Terhadap Kinerja Karyawan Tetap Yang Berimplikasi Terhadap Peningkatan Kinerja Organisasi: (Studi Kasus Di Taman Lalu Lintas Bandung). Jurnal Tadbir Peradaban4(3), 449–456.


Komentar